Musim kemarau antara bulan April hingga Oktober menjadi waktu ideal untuk jalan-jalan ke Air Terjun Tumpak Sewu yang ada di Lumajang. Karena pada saat itu aliran air lebih jernih dengan debit yang stabil, dan jalur pendakian tidak licin sehingga trekking menuju air terjun terasa jauh lebih mudah.
Apalagi cuaca cerah menawarkan keindahan dua kali lipat, memungkinkan para pengunjung mengambil foto ciamik saat berkunjung. Jika ini adalah kali pertama kamu liburan ke destinasi yang sering dijuluki ‘Niagara dari Indonesia’ tersebut, yuk simak guide wisata Air Terjun Tumpak Sewu berikut.
Tentang Air Terjun Tumpak Sewu
baca juga: 4 Aktivitas Seru di Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang, Nikmati Keindahan Lereng Gunung Semeru
1. Sejarah dan Asal Usul
Sebelum resmi dibuka sebagai tempat wisata pada Maret 2015, Tumpak Sewu merupakan wilayah alam biasa yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari oleh warga setempat. Namun adanya air terjun dengan kealamiannya yang masih terjaga dengan baik sudah mampu menarik banyak pelancong, mereka menyebutnya sebagai pertama tersembunyi.
Melihat potensi wisatanya yang besar, seorang inisiator bersama dengan masyarakat sekitar bertekad mengembangkan kawasan ini sebagai objek wisata. Hingga sekarang aksesnya menjadi semakin mudah, tanpa mengubah kealamian air terjun itu sendiri. Dimana pengunjung dapat memilih dua jalur untuk mencapai air terjun, yaitu dari Malang atau dari Desa Sidomulyo di Lumajang.
Nama Tumpak Sewu sendiri diambil dari bahasa Jawa yaitu Tumpak yang artinya tumpukan atau tumpuk, dan Sewu yang artinya seribu. Itu merujuk pada bentuk air terjunnya yang bertumpuk-tumpuk, seolah terdiri dari seribu aliran kecil yang membentuk menyerupai tirai raksasa.
2. Daya Tarik Utama
Guide wisata Air Terjun Tumpak Sewu akan mengajakmu langsung melihat daya tarik utamanya, yaitu tidak lain adalah air terjun yang dijuluki sebagai ‘Niagara-nya Indonesia’. Air terjun tersebut memiliki lebar mencapai 80 meter dengan ketinggian sekitar 120 meter, sehingga jika diperhatikan tampak seperti tirai raksasa.
Aliran air yang menyerupai tirai raksasa dari tebing berbentuk setengah lingkaran ini menjadi pemandangan unik yang bisa kamu temukan. Airnya jernih berasal dari Sungai Glidik di Gunung Semeru, mengalir menciptakan beberapa kolam kecil di bawah air terjun.
Kolam-kolam tersebut menawarkan petualangan yang menantang saat kamu ingin melihat dan merasakan airnya dari dekat. Berpadu dengan nuansa alami nan asri dengan pemandangan hijau dari kawasan hutan di sekelilingnya.
3. Mitos dan Cerita Rakyat
Selain punya daya tarik utama pada air terjunnya, kamu juga harus tahu tentang mitos dan cerita rakyat yang beredar dalam guide wisata Air Terjun Tumpak Sewu. Menurut cerita yang beredar dari generasi ke generasi, konon para raja dan pemimpin spiritual Kerajaan Majapahit sering datang ke sini melakukan ritual serta meditasi untuk mendapatkan ketenangan jiwa.
Selain itu, ada pula mitos keberuntungan dan awet muda. Dikatakan bahwa siapa pun yang mencuci wajah menggunakan airnya akan memperoleh keberuntungan dan menjadi awet muda.
Bahkan ada juga legenda kisah cinta seorang putri yang tragis. Hubungannya tidak direstui dengan seorang pangeran dari kejaraan lain sehingga ia nekat melompat ke dalam air terjun. Benar tidaknya semua cerita tersebut tak ada yang tahu, namun ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Tumpak Sewu di mata sebagian orang.
Demikian sedikit guide wisata Air Terjun Tumpak Sewu. Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang tempat ini, maka kamu bisa langsung datang ke lokasi. Ikut open trip atau private trip Alam Indonesia Tour, yang siap mengajakmu menjelajah air terjun cantik tersebut. Kamu juga punya kesempatan eksplorasi Goa Bidadari hingga Goa Tetes yang ada di jalur pendakian. Yuk, tunggu apa lagi?
