Sejak foto-fotonya viral di media sosial pada tahun 2017, De Djawatan Forest atau yang dikenal pula sebagai wisata Hutan De Djawatan Banyuwangi mulai terkenal secara luas. Sampai sekarang, hutan wisata ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi para pelancong ketika berkunjung ke Kota Gandrung.
Buat kamu yang punya rencana berkunjung kemari, yuk intip terlebih dahulu seputar fakta menarik tentang Hutan De Djawatan. Dengan begitu kamu bisa mengetahui seluk beluk tempat yang akan kamu kunjungi. Berikut simak selengkapnya.
Fakta Menarik Hutan De Djawatan
baca juga: 8 Kegiatan Liburan Seru di Djawatan Benculuk, Jangan Lewatkan
1. Resmi Dibuka Pada Juni 2018
Meskipun foto-fotonya pertama kali viral di tahun 2017, namun tahukah kamu kalau Hutan De Djawatan ini ternyata baru resmi dibuka sebagai tempat wisata untuk umum di tahun 2018?
Awalnya tempat ini adalah lokasi penimbunan kayu yang dikelola oleh Perhutani dan belum dibuka secara resmi sebagai destinasi wisata. Namun karena keindahan visualnya yang luar biasa berkat pohon-pohon trembesi raksasa berusia ratusan tahun, banyak penduduk setempat yang membagikan dokumentasi hutan ini.
Keunikan dan keindahannya dinilai mirip dengan hutan di film Lord of the Rings, membuat De Djawatan menjadi perbincangan hangat di media sosial hingga banyak wisatawan berdatangan. Itu mendorong Dinas Pariwisata dan Perhutani untuk secara resmi menjadikannya sebagai wisata Hutan De Djawatan Banyuwangi.
2. Dipenuhi Pohon Trembesi Berusia Ratusan Tahun
Bukan sekadar pohon biasa, De Djawatan Forest dipenuhi oleh pohon trembesi raksasa yang diprediksi usianya mencapai ratusan tahun. Adanya pohon-pohon inilah yang membuat hutan tersebut memberi kesan bak di negeri dongeng.
Tanaman trembesi atau samanea saman sendiri merupakan pohon besar yang berasal dari Amerika tropis, kemudian tersebar di seluruh daerah tropis di dunia termasuk Indonesia. Pohon ini punya ciri-ciri memiliki tajuk berbentuk payung yang lebar dan rimbun, sehingga membuat Hutan De Djawatan terasa rindang.
Apalagi pohon-pohon tersebut punya diameter sekitar 1,5-2 meter, jadi udara di sini begitu sejuk. Sinar matahari menembus lewat celah-celah ranting dan akar yang menjuntai, mampu memberikan aura magis seperti dalam film fantasi.
3. Didukung Spot Foto Melimpah
Tanpa dipoles pun sebenarnya wisata Hutan De Djawatan Banyuwangi sudah menjadi tempat yang sangat apik untuk berburu foto. Pohon-pohon trembesi yang menjulang membuatnya menjadi tempat yang sangat Instagramable.
Tapi untuk mendukung statusnya sebagai objek wisata, pihak pengelola telah menambahkan beberapa spot foto bagi pengunjung supaya hasil fotomu lebih estetik lagi. Di antaranya ada ayunan, rumah pohon, hingga beberapa truk bekas untuk berfoto ala film Transformers.
Adapun waktu terbaik untuk hunting foto yaitu pada pagi hari. Karena biasanya masih ada kabut tipis di sekitar hutan sehingga dapat memberi efek dramatis pada hasil foto, terutama ketika berpadu dengan sinar matahari yang masuk melalui celah pepohonan.
4. Punya Sumber Listrik Mandiri
Fakta menarik lainnya dari De Djawatan Forest yaitu tempat ini punya sumber listrik mandiri yang sudah ada sejak masa kolonial. Seperti telah disebutkan bahwa hutan Djawatan dulunya adalah lokasi penimbunan kayu. Jadi pasokan listriknya digunakan untuk mendukung operasional industri kayu tersebut.
Selain itu, sumber listriknya dulu digunakan untuk mengoperasikan kereta api. Kereta tua yang disebut sepur klutuk ini digunakan untuk mengangkut hasil kayu. Meskipun sekarang sudah tidak beroperasi, namun kamu masih dapat menemukannya saat berkunjung kemari.
Bagaimana, fakta menarik mana yang sudah kamu tahu dari poin-poin di atas tentang wisata Hutan De Djawatan Banyuwangi? Dengan semua pesonanya tersebut, De Djawatan Forest dapat menjadi destinasi menarik untuk dikunjungi. Tidak perlu bingung caranya ke sana, kamu bisa ikut open trip Alam Indonesia Adventure. Bahkan tersedia pula private trip sesuai kebutuhanmu. Yuk daftar sekarang!
