Open trip Ijen Banyuwangi menawarkan pengalaman liburan ke wisata alam yang berbeda dari lainnya. Karena tidak semua gunung memiliki kawah, datang ke Kawah Ijen memungkinkanmu melihat fenomena alam yang menarik. 

Apalagi danau kawahnya di sini memiliki pH yang sangat rendah, bahkan dijuluki sebagai danau air asam terbesar di dunia dengan pH ekstrem. Keadaan tersebut tidak hanya menarik sebagai tempat penelitian ilmiah, tapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Penasaran daya tarik lainnya dari Kawah Ijen? Yuk intip.

Daya Tarik Kawah Ijen

baca juga: 7 Fakta Unik Kawah Ijen yang Menakjubkan, Jarang Diketahui

1. Danau Asam Terbesar di Dunia

Seperti yang telah disinggung di awal, Kawah Ijen merupakan danau asam terbesar di dunia yang memiliki pH sangat rendah. Tercatat bahwa luas permukaannya sekitar 41 hektar dengan kedalaman hingga 200 meter.

Sementara itu, pH air danau kawah ini mendekati 0 atau bahkan kurang dari 0.3. Tingkat keasamannya tersebut membuat danau kawah punya sifat yang korosif dan kaya akan mineral vulkanik seperti asam sulfat serta belerang. Semua karakteristik Kawah Ijen membuatnya menjadi subjek penelitian ilmiah yang sangat menarik. 

Selain itu, kandungan mineral vulkanik dan belerang yang tinggi mampu menciptakan warna air hijau toska yang cantik. Warna danau cantik inilah yang kerap diburu oleh para wisatawan. Tak hanya memanjakan mata, keindahan alam tersebut bisa dimanfaatkan sebagai background foto Instagramable.

2. Fenomena Blue Fire

Jika ikut open trip Ijen Banyuwangi, kamu juga punya kesempatan melihat fenomena tidak biasa seperti Blue Fire. Fenomena api biru ini termasuk daya tarik utama Kawah Ijen. Apalagi fenomena tersebut hanya ada dua di dunia, yaitu di Gunung Dallol yang ada di Ethiopia dan di Kawah Ijen.

Bahkan Kawah Ijen dikenal paling konsisten menampilkan Blue Fire. Hal itu karena Kawah Ijen kaya akan gas belerang, yang kemudian keluar dari celah-celah tanah vulkanik. Gas belerang ini terbakar dalam suhu sangat tinggi dan bertemu udara yang mengandung oksigen. Pembakaran gas belerang itu yang selanjutnya menciptakan fenomena Blue Fire. 

Namun pastikan kamu datang antara pukul 01.00-04.00 WIB jika ingin melihat Blue Fire. Karena meskipun kemunculannya konsisten, namun cahaya biru akan meredup dan hilang karena kalah oleh cahaya matahari. Dan ingat menggunakan masker gas supaya mata serta pernapasan terlindungi, mengingat bahwa gas yang keluar mengandung zat seperti sulfur dioksida.

3. Aktivitas Penambangan

Pernah melihat aktivitas penambangan secara langsung? Jika belum, kamu bisa merasakan pengalaman ini dengan ikut open trip Ijen Banyuwangi. Sebab Kawah Ijen merupakan salah satu lokasi pertambangan belerang aktif yang terkenal di Indonesia.

Dengan berbekal linggis dan keranjang bambu, para penambang tersebut mengambil bongkahan belerang kuning secara tradisional dari dasar kawah. Biasanya para penambang ini terlihat saat hari mulai terang, antara pukul 04.00-12.00 WIB. 

Mengulik Daya Tarik Kawah Ijen, Fenomena Blue Fire yang Hanya Ada Dua di Dunia

4. Flora dan Fauna Langka

Kawah Ijen termasuk dalam kawasan Cagar Alam Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup, habitat untuk berbagai flora dan fauna langka. Jadi meskipun kamu mungkin tidak bisa melihatnya secara langsung di area danau asam, kawasan hutan pegunungan Ijen memiliki keanekaragaman hayati yang menjadi daya tarik tersendiri.

Fauna yang menghuni kawasan Ijen di antaranya ada kucing hutan, tupai terbang, lutung jawa, kijang, luwak, babi hutan, garangan, jelarang, dan lebih dari 100 jenis burung. Sementara floranya ada bunga edelweis, cantigi gunung, dan berbagai spesies anggrek.

Itu dia sederet daya tarik Kawah Ijen yang tidak boleh kamu lewatkan, menjadikannya pilihan ideal sebagai tujuan wisata di liburan selanjutnya. Tertarik? Segera rencanakan dan daftar open trip Ijen Banyuwangi di Alam Indonesia Tour. Yuk, rasakan keindahan Kawah Ijen secara langsung!

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *