Di balik keindahan alamnya, Gunung Bromo menyimpan sejarah, tradisi dan budaya yang kental dan menarik dipelajari. Destinasi wisata di Jawa Timur ini dihuni oleh suku Tengger yang masih menjaga tradisi turun temurunnya sampai sekarang. Anda bisa menggunakan jasa open trip Bromo agar liburan semakin fleksibel dan praktis.

Tidak hanya liburan, anda juga bisa mempelajari sejarah, budaya dan tradisi masyarakat setempat secara langsung sehingga pengalaman liburan pun semakin berkesan dan terkenang. Sebelum berangkat, anda perlu mempelajari apa saja hal-hal menarik dari Bromo seperti di bawah ini.

Pelajari Sejarah, Tradisi dan Budaya Suku Tengger Bromo

baca juga: Open Trip Bromo: 8 Spot Terpopuler yang Wajib Dikunjungi

1. Asal-usul Nama Bromo

Arti nama Bromo yakni Dewa Pencipta dan berasal dari bahasa Jawa kuno yang berarti Brama. Menurut mitologi, gunung ini merupakan tempat persembahan pada dewa. Mitosnya mengisahkan kisah cinta tragis antara putri bernama Roro Anteng dan pangeran Joko Seger. Mereka berdua menjadi gunung-gunung yang berdekatan dan Gunung Bromo merupakan hasil dari kutukannya.

2. Suku Tengger dengan Tradisi Hindu Kejawen

Seperti yang diketahui bahwa suku tengger mendiami kawasan Bromo. Etnis unik ini masih mempertahankan tradisi Hindu Kejawen di tengah dominasi Islam di pulau Jawa. Mereka menjaga budaya Bromo dengan baik seperti melaksanakan upacara keagamaan, larangan berburu dan mempertahankan kelestarian alam.

3. Upacara Yadnya Kasada

Gunung Bromo merupakan tempat Istimewa budaya dan agama Jawa dimana upacara Yadya Kasada diadakan di kawah Gunung Bromo setiap tahunnya. Dalam upacara ini, warga setempat melemparkan persembahan ke dalam kawah untuk menghormati leluhur dan dewa-dewa gunung.

Bisa dibilang bahwa upacara ini mencerminkan hubungan dalam antara manusia serta alam. Mereka menunjukkan rasa hormat pada kekuatan alam yang mengelilingi mereka. Anda bisa menyaksikan kemeriahan upacara ini apabila datang berkunjung di antara bulan Juni atau Juli. Biasanya, jasa open trip Bromo merekomendasikan waktu yang tepat untuk melihat tradisi spesial ini.

4. Unan-unan

Unan-unan termasuk tradisi suku Tengger yang dilakukan untuk menyelaraskan alam karena adanya bulan yang dihapus pada tahun kabisat atau tahun manis. Dalam bahasa Tengger, unan-unan berarti melengkapi bulan yang hilang agar utuh kembali. Menariknya, upacara ini wajib dilaksanakan setiap lima tahun sekali di setiap desa.

Bisa dibilang bahwa upacara bersih desa ini dilakukan untuk membebaskan desa dari gangguan makhluk halus atau bhutakala. Bentuk permohonan ini juga bertujuan untuk menghindari penyakit serta terbebas dari penderitaan kehidupan. Dengan mengurbankan kerbau, orang Tengger percaya bahwa kerbau ialah hewan pertama yang muncul di bumi.

Wisata Bromo: Belajar Sejarah, Tradisi dan Budaya yang Menarik

5. Upacara Mecaru

Ada juga upacara Mecaru yang dilakukan sejak pagi di setiap desa dan dilanjutkan siang hari. Seluruh umat Hindu suku Tengger melanjutkannya dengan Tawur Agung KEsanga di lapangan Tawur Agung Kesanga. Ribuan umat Hindu berkumpul mengarak puluhan ogoh-ogoh ke setiap desa agar bersih dari sifat jelek. Dengan open trip Bromo, anda bisa menyaksikan kemeriahannya.

6. Perayaan Hari Karo

Suku Tengger juga memiliki hari raya terbesar bernama Hari Karo. Hari yang sangat dinantikan ini bersamaan dengan hari raya Nyepi dimana Masyarakat Tengger melakukan pawai membawa hasil bumi dan menampilkan kesenian adat seperti Tari Sodoran. Lalu, mereka bersilaturahmi ke rumah saudara dan tetangga.

Itulah apa saja sejarah, tradisi dan budaya suku Tengger di Bromo. Selain menikmati keindahan alam dengan kegiatan seru, anda juga bisa belajar budaya dan sejarah suku setempat dengan open trip Bromo. Liburan pun terasa lebih berkesan, praktis dan fleksibel bersama rombongan.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *