Buat kamu yang suka dengan wisata budaya, Sumba adalah destinasi yang tepat untuk dikunjungi. Itu karena masyarakat Sumba dikenal masih menjaga berbagai tradisi dan upacara adat dari nenek moyang. Bahkan di sana kamu bisa menemukan kampung-kampung adat yang masih mempertahankan keasliannya.
Dalam open trip Sumba, Kampung Ratenggaro seringkali masuk sebagai tujuan utama. Ini merupakan salah satu desa adat yang masih memegang teguh tradisi para leluhur. Penduduk desa tersebut menganut tradisi Marapu, kepercayaan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Penasaran keunikan apa lagi yang bisa kamu temukan di desa ini? Yuk intip.
Daya Tarik Kampung Ratenggaro
baca juga: 4 Wisata Bahari Spot Sunset Terbaik yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan ke Sumba, Catat!
1. Rumah Adat yang Unik dan Khas
Sesampainya di Kampung Ratenggaro, kamu akan melihat deretan rumah adat milik penduduk setempat. Rumah adat ini bernama Uma Kelada, yang memiliki bentuk panggung bertingkat dengan menara tinggi mencapai 15-20 meter. Nama Uma Kelada sendiri berasal dari kata ‘Uma’ yang berarti rumah dan ‘Kelada’ yang artinya menara puncak.
Penamaan tersebut merujuk pada atapnya yang berbentuk kerucut seperti menara tinggi. Tingkat ketinggian atap dapat menunjukkan status sosial dan kekayaan pemilik rumah, termasuk adanya simbol-simbol seperti tanduk kerbau di bagian atasnya.
Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, Uma Kelada juga punya fungsi sosial dan spiritual. Jadi setiap tingkatannya memiliki fungsi berbeda. Mulai dari tingkat bawah untuk hewan peliharaan, tingkat kedua sebagai tempat tinggal, tingkat ketiga digunakan sebagai tempat menyimpan hasil panen, dan tingkat paling atas untuk menyimpan benda keramat.
2. Pantai Ratenggaro
Jika kamu ikut open trip Sumba ke Kampung Ratenggaro, kamu bisa menikmati wisata budaya sekaligus wisata bahari. Itu karena kampung adat ini berada di pesisir pantai, sehingga pemandangan laut biru yang indah dapat langsung dilihat dari kampung tersebut.
Karena Pantai Ratenggaro terletak di garis pantai selatan Sumba, maka kamu bisa menyaksikan keindahan lautan yang menghadap langsung ke Samudera Hindia. Jadi perlu diingat bahwa ombak di sini cukup besar sehingga tidak direkomendasikan untuk berenang.
3. Situs Megalitikum
Bukan hanya rumah adat yang unik dan pantai saja yang menjadi daya tarik Kampung Ratenggaro. Di sini kamu bisa menemukan situs megalitikum yang konon usianya sudah lebih dari 4.500 tahun.
Situs megalitikum tersebut berupa kubur batu kuno yang jumlahnya mencapai kurang lebih 304 buah. Sebagian besar kubur batu tersebut masih digunakan sampai sekarang untuk keperluan ritual pemakaman masyarakat adat. Apalagi di antara kubur batu ini terdapat makam leluhur pendiri desa yang dipercaya sebagai Raja Sumba pertama.
Selain itu, ada juga tugu-tugu batu dengan fungsi khusus seperti tugu untuk memohon hujan, tuju kemenangan perang, dan tugu sebagai segel kampung. Semua keunikan ini bisa kamu saksikan di satu tempat saat ikut open trip Sumba ke Kampung Ratenggaro.
4. Tradisi Masyarakat Setempat
Dengan mempertahankan rumah adat sampai adanya kubur batu yang masih digunakan untuk keperluan ritual, tentu masyarakat Kampung Ratenggaro punya tradisi yang masih kental.
Di sini ada istilah yang disebut Kabisu, yaitu sistem sosial yang membagi masyarakat setempat ke dalam kelompok-kelompok. Oleh karena itu, norma adatnya tersebut mengatur setiap aspek kehidupan mereka, mulai dari kelahiran, pernikahan, sampai kematian. Jadi jika beruntung, kamu bisa melihat secara langsung saat masyarakat sedang melakukan ritual dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Menarik sekali bukan budaya dari masyarakat Sumba di Kampung Ratenggaro? Berlibur ke sini tidak hanya akan membuatmu refreshing, tapi juga bisa menambah wawasan tentang budaya di Indonesia. Jika tertarik ingin melihat Kampung Adat Ratenggaro secara langsung, kamu bisa ikut open trip Sumba di Alam Indonesia Tour. Yuk, daftar sekarang!
